Seminar Proposal Perdana MIAT Institut Agma Islam Al-Hidayah Bogor Digelar Hybrid, 32 Mahasiswa Presentasikan Rancangan Penelitian

Bogor, 30 September 2026 — Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (MIAT) IAI Al-Hidayah Bogor mencatat momentum penting dalam perjalanan akademiknya dengan digelarnya Seminar Proposal Tugas Akhir Perdana bagi mahasiswa MIAT. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan rangkaian seminar berlangsung secara offline di Micro Teaching IAI Al-Hidayah Bogor dan secara online melalui Google Meet.

Seminar proposal dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni Rabu, 30 September 2026, Kamis, 1 Oktober 2026, dan Senin, 5 Oktober 2026. Sebanyak 32 mahasiswa mengikuti rangkaian seminar dengan mempresentasikan rancangan penelitian tugas akhir masing-masing.

Pelaksanaan seminar ini menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa MIAT sebelum memasuki proses penelitian dan penyusunan tugas akhir secara lebih mendalam.

32 Mahasiswa, Beragam Gagasan Penelitian

Pada hari pertama, Rabu, 30 September 2026, sebanyak 12 mahasiswa mengikuti seminar secara offline di Micro Teaching IAI Al-Hidayah Bogor.

Beragam tema penelitian dipresentasikan, mulai dari kepemimpinan profetik, tafsir berbasis gender, elit politik dalam perspektif Al-Qur’an, puasa dan qurban, sifat zat Allah, karakteristik mushallin, profesionalisme dalam Al-Qur’an, metodologi tafsir, Living Qur’an, penyembuhan Qur’ani, ayat pernikahan, hingga Al-Qur’an sebagai syifā’.

Seminar pada hari pertama dipimpin oleh Dr. M. Hidayat Ginanjar, M.Pd.I. sebagai pimpinan sidang. Para mahasiswa mempresentasikan proposal di hadapan tim penguji untuk memperoleh masukan dan penguatan terhadap rancangan penelitian masing-masing.

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, sebanyak 12 mahasiswa kembali mengikuti seminar proposal. Beberapa tema yang diangkat antara lain kesalehan masyarakat perkotaan, etika malu di era digital, konflik rumah tangga, pemahaman ayat hijab, artificial intelligence dalam memahami Al-Qur’an, hak perempuan pascaperceraian, budaya validasi media sosial, resiliensi ekonomi keluarga, i’jazul Qur’an dan qira’at, moralitas publik, konsep kerugian dalam worldview Al-Qur’an, serta optimisme hidup.

Sementara itu, rangkaian terakhir dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026 secara online melalui Google Meet. Sebanyak 8 mahasiswa mengikuti seminar dengan mengangkat tema-tema penelitian seperti ukhuwah di tengah masyarakat minoritas, tafsir vernakularisasi, moderasi Islam di era media sosial, fatherhood dalam Al-Qur’an, tujuan kehidupan manusia, karakter ‘Ibādur-Raḥmān, fragmentasi pemaknaan Al-Qur’an dalam tradisi Hoyak Tabuik, serta kontekstualisasi ayat-ayat al-quwwah.

Ruang Akademik untuk Menguji Gagasan Penelitian

Seminar proposal menjadi forum penting bagi mahasiswa untuk menguji kesiapan akademik dan metodologis sebelum penelitian dilaksanakan.

Melalui proses presentasi dan diskusi bersama para penguji, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kajian teori, metodologi, serta kontribusi penelitian yang akan dilakukan.

Masukan dari para penguji diharapkan dapat membantu mahasiswa menyempurnakan proposal sehingga penelitian yang dilakukan memiliki fokus yang lebih jelas, metodologi yang tepat, serta kontribusi yang relevan terhadap pengembangan keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir.

Menguatkan Tradisi Riset MIAT

Pelaksanaan seminar proposal perdana ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Program MIAT IAI Al-Hidayah Bogor dalam membangun tradisi penelitian yang kuat di lingkungan Pascasarjana.

Keragaman tema yang diajukan mahasiswa menunjukkan luasnya ruang kajian Al-Qur’an dan Tafsir dalam merespons berbagai persoalan kontemporer. Kajian tidak hanya berfokus pada aspek tekstual dan metodologis tafsir, tetapi juga berkembang pada isu pendidikan, keluarga, kehidupan sosial, media digital, teknologi artificial intelligence, ekonomi, budaya, hingga fenomena keagamaan di masyarakat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa studi Al-Qur’an dan Tafsir dapat terus dikembangkan melalui pendekatan yang dialogis dengan berbagai persoalan kehidupan masyarakat.

Hybrid, Memperluas Akses Akademik

Penggunaan format hybrid dalam seminar proposal juga menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan akademik.

Pelaksanaan secara offline memberikan ruang interaksi langsung antara mahasiswa, pimpinan sidang, dan penguji, sementara pelaksanaan online memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang mengikuti seminar dari lokasi berbeda.

Dengan demikian, Seminar Proposal Tugas Akhir Perdana MIAT IAI Al-Hidayah Bogor tidak hanya menjadi tahapan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membangun budaya ilmiah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui rangkaian seminar ini, mahasiswa MIAT diharapkan mampu menyempurnakan proposal, memperkuat metodologi penelitian, dan melanjutkan proses akademiknya menuju lahirnya karya ilmiah yang berkualitas dan memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian Al-Qur’an dan Tafsir.

Pascasarjana IAI Al-Hidayah Bogor
Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (MIAT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *