Menemukan Arah di Titik Mula Perjalanan, IAI Al-Hidayah Bogor Gelar Kajian Dosen dan Tendik

BOGOR — Sebanyak 30 dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) Institut Agama Islam Al-Hidayah Bogor mengikuti kajian rutin yang diselenggarakan Lembaga Dakwah, Tahfizh, dan Bahasa (LDTBA), Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Titik Mula Sebuah Perjalanan”, kajian ini mengajak peserta merefleksikan hakikat penciptaan manusia, amanah sebagai khalifah, hingga pentingnya memohon petunjuk Allah SWT dalam menjalani kehidupan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB tersebut diikuti secara luring oleh 25 peserta dan daring melalui Zoom oleh 5 peserta. Kajian menghadirkan Dr. Muslim, M.M. sebagai pemateri dengan Abdul Jabar Idharudin, M.Pd. sebagai moderator.

Dalam penyampaiannya, Dr. Muslim mengawali kajian dengan mengajak peserta kembali melihat awal penciptaan manusia dan kedudukannya di hadapan para malaikat. Refleksi tersebut menjadi pintu masuk untuk memahami bahwa keberadaan manusia di muka bumi bukan tanpa tujuan, melainkan membawa amanah dan tanggung jawab yang besar.

Pembahasan kemudian berlanjut pada berbagai upaya Iblis dalam menggoda manusia dari berbagai arah. Peserta diajak menyadari bahwa perjalanan kehidupan senantiasa diwarnai dengan tantangan dan godaan yang dapat mengganggu manusia dalam mempertahankan keimanan dan konsistensi menjalankan kebaikan.

Manusia sebagai Khalifah dan Amanah Kehidupan

Salah satu pokok penting dalam kajian adalah kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Status tersebut mengandung konsekuensi berupa amanah untuk menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai yang telah ditetapkan Allah SWT.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, amanah tersebut dapat diwujudkan melalui sikap bertanggung jawab, menjaga hubungan dengan sesama, melaksanakan tugas dengan baik, serta memberikan manfaat bagi lingkungan.

Kajian juga menyinggung pesan “lā taḥzan”, yang bermakna jangan bersedih. Pesan tersebut menjadi penguatan bahwa seorang muslim tidak seharusnya tenggelam dalam kesedihan ketika menghadapi berbagai persoalan dan ujian kehidupan.

Sebaliknya, setiap persoalan perlu dihadapi dengan keteguhan hati, kesabaran, ikhtiar, dan keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa memberikan jalan bagi hamba-Nya.

“Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm” sebagai Arah Perjalanan

Pada bagian akhir, kajian mengarahkan peserta pada makna doa “Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm” — tunjukilah kami jalan yang lurus.

Doa yang setiap hari dibaca dalam Surah Al-Fatihah tersebut menjadi pengingat bahwa manusia, betapapun kuat dan berilmunya, tetap membutuhkan petunjuk Allah SWT dalam menentukan setiap langkah kehidupan.

Tema “Titik Mula Sebuah Perjalanan” akhirnya tidak hanya dimaknai sebagai pembahasan tentang awal penciptaan manusia, tetapi juga sebagai ajakan untuk melakukan evaluasi diri: dari mana kita berasal, untuk apa kita menjalani kehidupan, bagaimana menjalankan amanah, dan ke mana perjalanan ini akan berakhir.

Menguatkan Budaya Islami di Lingkungan Kampus

Kajian rutin dosen dan Tendik ini menjadi salah satu upaya LDTBA IAI Al-Hidayah Bogor dalam memperkuat budaya Islami di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyegarkan kembali nilai-nilai keimanan sekaligus membangun kesadaran bahwa tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan bukan hanya berkaitan dengan pekerjaan administratif maupun akademik, tetapi juga merupakan bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan, IAI Al-Hidayah Bogor terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang unggul dalam keilmuan, kuat dalam karakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Kajian ditutup dengan harapan agar seluruh peserta mampu menjadikan setiap perjalanan kehidupan sebagai proses mendekatkan diri kepada Allah SWT dan senantiasa memohon agar diberikan kekuatan untuk istiqamah berada di ṣirāṭal-mustaqīm, jalan yang lurus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *